KEHILANGAN HASIL DAN PENDAPATAN USAHATANI JERUK MANIS AKIBAT SERANGAN LALAT BUAH

(Di Kabupaten Simalungun)

Authors

  • Martua Siadari
  • Rode Eryanti Sinaga

Keywords:

Kehilangan Hasil, Pendapatan Usahatani, Jeruk Manis, Serangan Lalat Buah

Abstract

Hasil penelitian yang di dapat adalah sebagai berikut : Produksi jeruk manis tanpa serangan lalat buah mencapai 3.431.706 kg/ha/tahun. Sedangkan  dengan serangan lalat buah mencapai 2.657.349 kg/ha/tahun. Berdasarkan uji beda rata-rata untuk membandingkan produksi dari usahatani jeruk manis tanpa serangan lalat buah dan dengan serangan lalat buah diperoleh nilai sig. (2-tailed) = 0,001 < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara produksi jeruk manis tanpa serangan lalat buah dan dengan serangan lalat buah pada tingkat kepercayaan 95%. Pendapatan jeruk manis tanpa serangan lalat buah mencapai Rp. 12.010.969.950 /ha/tahun. Sedangkan pendapatan jeruk manis dengan serangan  lalat buah mencapai Rp. 9.300.719.750/ha/tahun. Berdasarkan  uji beda rata-rata untuk membandingkan pendapatan dari usahatani jeruk manis tanpa serangan lalat buah dan dengan serangan lalat buah diperoleh nilai sig. (2-tailed) = 0,001 < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan jeruk manis tanpa serangan  lalat buah dan dengan serangan lalat buah pada tingkat kepercayaan 95%.

Published

2020-05-14